PENGGUNAAN TEKNOLOGI RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION (RFID) SEBAGAI SUATU BENTUK IMPLEMENTASI PEMANFAATAN INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY DALAM INDUSTRI

PENGGUNAAN TEKNOLOGI RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION (RFID) SEBAGAI SUATU BENTUK IMPLEMENTASI PEMANFAATAN INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY  DALAM INDUSTRI

Disusun oleh :

Nama Mahasiswi              : Priska Natalia

NiM                                   : 1401094900

Program Studi                   : Sistem Informasi

A.          LATAR BELAKANG

Dewasa ini, kemajuan di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi atau yang dikenal dengan istilah Information and Communication Technology (ICT) telah membawa dampak terhadap berbagai sektor industri di Indonesia. Tidak sedikit dari beragam industri di Indonesia yang memanfaatkan kemajuan ICT ini untuk mendorong laju bisnis melalui kemudahan-kemudahan yang diperoleh akibat pemanfaatan ICT hingga akhirnya bermuara pada kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Peningkatan kualitas hidup semakin menuntut manusia untuk melakukan berbagai aktifitas dengan memaksimalkan sumber daya yang dimilikinya termasuk teknologi. Dari sektor  industri, kebutuhan akan efisiensi waktu dan biaya menyebabkan banyak pelaku usaha merasa perlu menerapkan teknologi informasi dalam lingkungan kerja.

Pada umumnya, Teknologi Informasi adalah sebuah teknologi yang dipergunakan untuk mengelola data, meliputi didalamnya : memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dengan berbagai macam cara dan prosedur guna menghasilkan informasi yang berkualitas dan bernilai guna tinggi. Perkembangan ICT pun terus meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan manusia. Saat ini tren pemanfaatan ICT dalam industri menunjukan peningkatan pesat. Perkembangan teknologi informasi sangat pesat karena dipicu oleh kebutuhan informasi secara cepat, tepat, dan up to date. Teknologi informasi telah menjadi fasilitas utama dalam berbagai sektor kehidupan yang memberikan peran besar pada perubahan-perubahan yang mendasar pada manajemen organisasi, pendidikan, transportasi, kesehatan, dan pendidikan. Dalam industri pendidikan misalnya, saat ini kita sudah mengenal e-education, e-government, e- learning dan lain sebagainya.

Saat ini, industri-industri yang memanfaatkan ICT ternyata tidak hanya industri pendidikan saja, mulai dari industri perbankan, pangan, transportasi, kesehatan, retail dan lain-lain. Teknologi Informasi dan Komuikasi seakan tidak terpisahkan didalam diri setiap manusia di era ini, Teknologi Informasi dan Komunikasi yang telah mengglobal mampu mencakupi segala aspek yang ada dalam kehidupan terutama di kota-kota besar. Daerah Khusus Ibukota Jakarta membuka peluang pemanfaatan RFID (Radio Frequency Identification) untuk menunjang infrastruktur transportasi dan logistik. Layanan aplikasi RFID atau Smart Card digunakan untuk menghadirkan berbagai solusi terhadap permasalahan efisiensi dalam transportasi dan logistik, antara lain melalui sistem presensi, akses kontrol, smart parking, payment, dan lain-lain.

Teknologi RFID kelak akan berkembang di Indonesia, dan Jakarta menjadi role modelnya. Lini industri membutuhkannya untuk asset management and logistic, sektor transportasi untuk pembayaran seperti kereta api busway, monorel, serta layanan Electronic Road Pricing (ERP) dan Electronic Toll Collection (ETC) jalan tol.[1] Jika dimanfaatkan dalam industri retail, RFID akan memberikan efektifitas dan efisiensi yang menguntungkan pelaku usaha ketimbang penggunaan barcode yang selama ini diterapkan.

Dari latar belakang tersebut diatas, penggunaan teknologi Radio Frequency Identification (RFID) sebagai suatu bentuk implementasi Information and Communication Technology (ICT) dalam industri  menjadi topik yang sangat menarik untuk dibahas jika berbicara mengenai pemanfaatan ICT pada dunia industri

B.           Radio Frequency Identification (RFID)

Radio Frequency Identification (RFID) atau Identifikasi Frekuensi Radio adalah sebuah metode identifikasi dengan menggunakan sarana yang disebut label RFID atau transponder untuk menyimpan dan mengambil data jarak jauh.[2] Selanjutnya, label atau kartu RFID  adalah sebuah benda yang bisa dipasang atau dimasukkan di dalam sebuah produk, hewan atau bahkan manusia dengan tujuan untuk identifikasi menggunakan http://id.wikipedia.org/wiki/Gelombang_radio”>gelombang radio.[3]

Label RFID berisi informasi yang disimpan secara elektronik dan dapat dibaca hingga beberapa meter jauhnya. Sistem pembaca RFID tidak memerlukan kontak langsung seperti sistem pembaca kode batang (barcode).[4] Label RFID ini terdiri atas mikrochip silikon dan antena. Beberapa ukuran label RFID dapat mendekati ukuran sekecil butir beras. Label yang pasif tidak membutuhkan sumber tenaga, sedangkan label yang aktif membutuhkan sumber tenaga untuk dapat berfungsi.[5] Terdapat tiga jenis label RFID antara lain sebagai berikut :

1.      Label RFID aktif

Label RFID aktif biasanya lebih besar dan lebih mahal untuk diproduksi karena memerlukan sumber listrik. Label RFID aktif memancarkan sinyalnya ke pembaca label dan biasanya lebih andal dan akurat daripada label RFID pasif. Label RFID aktif memiliki sinyal lebih kuat sehingga dapat digunakan pemakaiannya di lingkungan yang sulit terjangkau seperti di bawah air, atau dari jauh untuk mengirimkan data.

RFID TAG AKTIF mempunyai sumber daya dalam tag sendiri. Untuk memancarkan sinyal, RFID TAG AKTIF Menggunakan Baterai dalam Tag. Reader hanya membutuhkan sinyal yang cukup rendah untuk menerima sinyal dari Tag. Kekukatan sinyal RFID Aktif dari TAG ke reader lebih tinggi debandingakan dengan RFID pasif. Jangkauwannya sekitar 100 meter atau lebih. [6]

  1. Label RFID semi-pasif

Label Semi-pasif RFID mirip dengan label RFID aktif. Label semi-pasif RFID memiliki sumber daya internal, tetapi tidak memancarkan sinyal sampai pembaca RFID mentransmisikannya terlebih dahulu.

  1. 3.      Label  RFID pasif

Label Pasif RFID tidak memiliki pasokan listrik internal dan bergantung pada pembaca RFID untuk mengirimkan data. Sebuah arus listrik kecil diterima melalui gelombang radio oleh antena RFID dan daya CMOS hanya cukup untuk mengirimkan tanggapan. Label Pasif RFID lebih cocok untuk lingkungan pergudangan di mana tidak ada banyak gangguan dan jarak yang relatif pendek (biasanya berkisar dari beberapa inci sampai beberapa meter). Karena tidak ada sumber daya internal, label pasif RFID lebih kecil dan lebih murah untuk diproduksi.

RFID TAG PASIF tidak mempunyai sumber daya dalam tag sendiri. Untuk memancarkan sinyal, RFID TAG AKTIF Menggunakan energi yang dipancarkan oleh reader. Reader hanya membutuhkan sinyal yang tinggi untuk dapat memberikan energi kepada tag dan menerima menerima sinyal dari Tag kembali. Kekukatan sinyal RFID Pasif dari TAG ke reader jauh lebih rendah dibandingakan dengan RFID aktif. Jangkauannya sekitar 3 meter atau kurang.[7]

C.          Radio Frequency Identification (RFID) Dalam Industri Retail

Apabila teknologi RFID digunakan di binis retail akan memberikan dampak yang cukup berarti dalam proses binis retail. Contohnya saja apabila Barcode digantikan dengan RFID maka tidak meminimalisir kesalahan dalam menghitung jumlah tagihan pelanggan. RFID hanya mengirimkan sinyal ke reader barang apa saja yang dibeli oleh pelanggan dan langsung memotong kartu kredit pelanggan. Dengan salah satu contoh itu saja kita dapat melihat betapa RFID dapat membebaskan pelanggan dari antrian (dapat menghemat waktu). Dan para retailer dapat terbebas dari biaya upah kasir. Dan masih banyak lagi kegunaan RFID apabila teknologi ini digunakan di bisnis retail.

Tabel berikut ini mendeskripsikan kelebihan dan kelemahan apabila menggunakan RFID untuk menggantikan Barcode.

Kelebihan RFID apabila menggantikan Barcode:

RFID (Kelebihan) BARCODE (Kekurangan)
Produk Dapat menyimpan data bukan hanya jenis produk tetapi juga dapat menyimpan tentang siapa produsen produk tersebut, kapan produk tersebut kadarluasa, dan lain sebagainya Hanya mengetahui jenis produk saja
Dalam kenyaman RFID dapat mengetahui produk-produk yang dimasukkan dalam keranjang belanja pelanggan dengan sekejap, sehingga total harga dapat diketahui dan ketika mendekati kasir hanya tinggal membayar, sedemikian cepatnya terlebih lagi jika pelanggan difasilitasi pembayaran dengan menggunakan kartu pembayaran RFID. Membutuhkan kasir untuk mengetahui barang apa saja yang dibeli pelanggan
Keamanan Penggunaan RFID dapat mengetahui barang-barang yang dicuri yang tidak diletakkan di keranjang belanja, jadi penggunaan RFID ini sangat efisie Tidak dapat mengetahui barang-barang yang dicuri yang tidak diletakkan di keranjang belanja, jadi penggunaan RFID ini sangat efisie
Untuk penyediaan barang pihak retailer dapat mengawasi pengiriman barang secara real time sehingga sangat berguna dalam memantau stok yang akan diterimanya dari  supplier  maupun barang yang dikirimkannya ke pelanggan. Tidak dapat mengawasi pengiriman barang secara real time sehingga sangat berguna dalam memantau stok yang akan diterimanya dari  supplier  maupun barang yang dikirimkannya ke pelanggan.

Kekurangan RFID apabila menggantikan Barcode:

RFID (Kekurangan) BARCODE (Kelebihan)
Untuk Sekarang harga RFID mungkin masih terbilang cukup mahal dibandingkan dengan barcode mungkin karena teknologinya yang canggih, atau pengaruh adopsi dari RFID itu sendiri kurang maksimal oleh masyarakat atau juga karena pembuatan komponen RFID hanya dikuasai oleh beberapa produsen saja. Biaya penggunaan barcode yang murah
Gangguan Gangguan akan terjadi jika terdapat frekuensi lain yang dipancarkan oleh peralatan lainnya yang bukan diperuntukkan untuk RFID, sehingga chip akan merespon frekuensi tersebut Tidak terdapat gangguan apabila menggunakan Barcode
Privasi Privasi seseorang akan secara otomatis dapat menjadi berkurang, karena siapa saja dapat membaca informasi dari diri seseorang dari jarak jauh selama orang tersebut memiliki alat pembaca, sebagai contoh seseorang dapat membaca jumlah uang yang dimiliki orang lain didalam dompetnya Tidak menggangu Privasi seseorang

Demikianlah penjabaran singkat mengenai Penggunaan Teknologi Radio Frequency Identification (RFID) sebagai suatu bentuk implementasi pemanfaatan ICT dalam Industri.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.marketplus.co.id/2012/01/menuju-jakarta-kebangsaan-bangsa/

http://id.wikipedia.org/wiki/RFID

http://mediagw.wordpress.com/2011/10/05/rfid-identifikasi-frekuensi-radio/


[1] http://www.marketplus.co.id/2012/01/menuju-jakarta-kebangsaan-bangsa/ diakses pada tanggal 11 November 2011 Pukul 19.30 WIB.

[2] http://id.wikipedia.org/wiki/RFID diakses pada tanggal 12 Desember 2012 Pukul 09.00 WIB.

[3] Ibid.

[4] Ibid.

[5] Ibid.

[6] http://mediagw.wordpress.com/2011/10/05/rfid-identifikasi-frekuensi-radio/ diakses pada tanggal 12 Desember 2012 Pukul 09.30 WIB

[7] Ibid.